FFree Followers & Likes
Video Downloader
Sign in

Diah Kristina Agustiya, Duta Bahasa Nasional 2026, Provinsi Kalimantan Tengah

729 viewsDuration: 3:00
Watch on YouTubeGo to channel
Description

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang wanita bernama Nyai Balau bersama suaminya, Temanggung Kanyapi. Mereka hidup bahagia dan dikaruniai seorang anak yang tumbuh dalam penuh kasih sayang. Namun, kebahagiaan itu berubah menjadi duka ketika sang anak tiba-tiba menghilang. Dalam kesedihan dan kebingungan, Nyai Balau bertapa untuk mencari petunjuk. Di tengah pertapaannya, ia mendapat kabar bahwa anaknya telah meninggal dunia. Kematian itu dikaitkan dengan seorang kesatria bernama Antang dari Juking Sopang, sosok yang dikenal kuat dan tak terkalahkan. Dengan hati yang hancur, Nyai Balau ingin mengetahui kebenaran dan menuntut keadilan. Di tengah pertapaannya, Nyai Balau mendapat selendang sakti sebagai bekal untuk menghadapi Antang. Berbekal selendang tersebut, Nyai Balau pergi menuju Juking Sopang. Ia menemui Antang dan meminta penjelasan mengenai kematian anaknya. Nyai Balau bahkan menawarkan perdamaian apabila Antang bersedia mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Namun, Antang menolak dan justru menantangnya untuk bertarung. Pertarungan sengit pun tidak terhindarkan. Antang menyerang dengan kekuatan penuh, tetapi Nyai Balau mampu bertahan dengan kesaktian selendangnya. Meski telah diberi kesempatan untuk berdamai dan menyelesaikan perkara melalui ketentuan adat, Antang tetap menolak. Pertarungan kembali terjadi hingga akhirnya Antang tersungkur dan takluk oleh kesaktian Nyai Balau. Nyai Balau pun kembali dengan hati yang lega. Baginya, kemenangan bukanlah tentang membalas dendam, melainkan tentang menegakkan keadilan, menghormati ketentuan adat, dan memperjuangkan kebenaran. Kisah Nyai Balau menjadi warisan yang mengajarkan bahwa keberanian, keteguhan hati, dan kebijaksanaan adalah kekuatan yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Videos
Bot