FFree Followers & Likes
Video Downloader
Sign in

Kadek Dinda Amela Putri Darma, Duta Bahasa Nasional 2026, Provinsi Bali

836 viewsDuration: 2:57
Watch on YouTubeGo to channel
Description

Bagaimana cara melawan seorang raja yang sewenang-wenang? Dengan menghunus keris dan membabi buta? Namun, tidak bagi Ni Diah Tantri. Ni Diah Tantri merupakan putri Patih Bandeswarya yang dikenal karena kecerdasan dan kecantikannya. Kehidupannya berubah ketika ia mengetahui bahwa ayahnya harus memenuhi perintah Raja Eswaryadala untuk mengantarkan seorang gadis setiap hari ke istana. Ketika tidak ada lagi gadis yang dapat diantarkan, Ni Diah Tantri mengajukan diri untuk menghadap sang raja. Raja Eswaryadala dikenal gemar meminang perempuan dan membinasakan mereka setelahnya. Di hadapan kekuasaan tersebut, Ni Diah Tantri memilih cara yang berbeda. Ia menggunakan bahasa. Setiap malam, Ni Diah Tantri menuturkan kisah-kisah fabel dengan tokoh-tokoh hewan. Melalui cerita, ia menyampaikan nasihat tentang perilaku, akibat dari setiap tindakan, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kekuasaan. Tuturan Ni Diah Tantri perlahan membuat Raja Eswaryadala memahami pesan yang tersirat dalam setiap kisah. Hatinya yang semula keras mulai berubah. Kisah Ni Diah Tantri memperlihatkan kecerdikan seorang perempuan dalam menghadapi kekuasaan melalui tutur. Cerita menjadi ruang bagi Ni Diah Tantri untuk menyampaikan nasihat tanpa mengangkat senjata. Dari sastra lisan ini, kita melihat bagaimana bahasa dapat menjadi kekuatan untuk menyampaikan gagasan, menanamkan nilai, dan mengubah cara pandang seseorang. Kadi ta sang hyang surya, madhyama ning amarakṣa jagat, manggeh amutering jagat, mamūrti rūpa tan patandingan, mahāprabhāwa, tan hana kalawan sira. Artinya: Seseorang yang baik dan bijaksana itu bagaikan Sang Surya yang berada di tengah-tengah dalam menjaga dunia, teguh memelihara alam raya, berwujud tiada tandingannya, berwibawa besar, dan tiada yang menyamai sifat luhurnya.

Videos
Bot