18:49Muhamad Ikbal Wambes, Duta Bahasa Nasional 2026, Provinsi Maluku Utara
Dari tanah Maluku Utara, kami bercerita tentang kebaikan yang menjelma menjadi penjaga. 🐦🌿 Inilah kisah Baikole, seekor burung kecil hitam putih dalam cerita rakyat Maluku Utara. Kisahnya bermula dari kebaikan Mahasari kepada seorang kakek tua yang tersesat di hutan. Ia menolong dan mengantarkan sang kakek pulang. Bertahun-tahun kemudian, ketika Boki Gumira, istri Mahasari, jatuh sakit, datanglah seorang pemuda bernama Bai untuk membantu menyembuhkannya. Saat enam sosok jahat menyerang, Bai menjelma menjadi seekor burung kecil berwarna hitam putih untuk melindungi Boki Gumira. Ternyata, burung tersebut adalah wujud asli kakek tua yang dahulu ditolong Mahasari. Sebagai balas budi, Mahasari memberinya nama Baikole dan mengizinkannya bersarang di dekat rumah warga. Sejak saat itu, Baikole hidup berdampingan dengan manusia—menjaga dan membalas kebaikan yang pernah diterimanya. Sebuah cerita sederhana dengan pesan yang dalam: kebaikan tidak pernah benar-benar hilang. Melalui cerita rakyat, kita belajar bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Di dalamnya hidup ingatan, nilai, identitas, dan kebijaksanaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Saya Muhamad Ikbal Wambes, membawa semangat Maluku Utara untuk terus merawat bahasa dan budaya Indonesia.






