18:49Alifya Aini Fauziyah, Duta Bahasa Nasional 2026, Provinsi Sumatra Barat
Jauh sebelum wacana kesetaraan akses belajar ramai disuarakan, dari sudut dingin Padang Panjang lahir seorang perempuan visioner bernama Rahmah El Yunusiyah. Pada tahun 1923, di tengah kuatnya keterbatasan ruang gerak perempuan pada masa itu, ia merintis Diniyyah Puteri yang merupakan perguruan Islam khusus perempuan yang pertama di Indonesia. Keberaniannya mendobrak sekat zaman tidak hanya melahirkan ruang kelas baru, melainkan meletakkan fondasi luhur bahwa perempuan adalah pendidik utama peradaban yang berhak atas ilmu pengetahuan yang merdeka dan bermartabat. Kiprah beliau membuktikan bahwa perjuangan pendidikan di Nusantara memiliki akar yang sangat kuat di Ranah Minang. Keteguhan Rahmah El Yunusiyah tidak hanya sebatas retorika; dedikasi sepanjang hayatnya menginspirasi pembaruan pendidikan hingga diakui di kancah internasional. Meneladani sosok Rahmah El Yunusiyyah menjadi pengingat berharga bahwa pendidikan sejatinya adalah ruang pengabdian tanpa batas. Sebagai generasi muda yang menaruh renjana di dunia pendidikan dan kebahasaan, Uni Aini terinspirasi untuk terus merawat nilai-nilai keberanian beliau: membuka akses belajar, merawat kepekaan tutur, serta membersamai generasi penerus agar tumbuh berdaya, berkarakter, dan berani bersuara bagi kemajuan peradaban. #BundoKanduang #RanahMinang #SastraLisan






